Setelah muncul beberapa rumornya beberapa waktu lalu, Microsoft akhirnya resmi merilis Windows 11. Acara peluncuran dilakukan secara virtual, Jumat (25/6/2021) dini hari waktu Indonesia. Salah satu fitur baru terbesar dari Windows 11 adalah kemampuan yang dijanjikan untuk menjalankan aplikasi Android.
Menariknya, pengguna yang sudah mempunyai lisensi Windows 10 dapat memperoleh upgrade ke Windows 11 secara free. Perihal ini sama semacam Windows 10 sebagian tahun kemudian, yang pula dapat didapatkan secara cuma- cuma oleh para owner lisensi Windows 7 serta 8.
Perombakan besar-besaran diusung sistem operasi anyar ini, mulai dari desain antarmuka (UI) yang lebih segar dan bersih, pembaruan fitur manajemen jendela tugas, peningkatan kinerja, hingga dukungan aplikasi Android.
Karena sudah dukung android, prosessor yang dipakai pun tak luput dari perhatian. Saat itulah Intel Bridge memulai kompiler pos run-time, yang menerjemahkan aplikasi non-X86 untuk berjalan pada arsitektur itu. Awalnya tidak jelas apakah Intel membuat kompiler hanya berfungsi dengan perangkat keras Intel, tetapi ternyata tidak demikian.
Dalam sebuah pernyataan kepada The Verge , Intel telah mengkonfirmasi bahwa Intel Bridge akan "mendukung semua platform x86 (termasuk platform AMD)".
Jadi itu berarti aplikasi Android akan bekerja dengan prosesor Intel generasi ke-10 dan ke-11, serta prosesor AMD. Masuk akal untuk mengasumsikan bahwa aplikasi Android akan bekerja pada perangkat keras ARM, tetapi Microsoft belum merinci cara kerjanya.
Windows 11 membawa perombakan visual, Start Menu baru, Tata Letak Snap baru untuk windows, pembaruan 40% lebih kecil yang sekarang berjalan lebih bijaksana di latar belakang, dan banyak lagi.


إرسال تعليق